Keseimbangan Alam yang Diciptakan Allah SWT

Peristiwa pembakaran atau yang lebih dikenal dengan istilah oksidasi tidak akan pernah terlepas dari peranan senyawa oksigen (O2) sebagai bagian terpenting dalam reaksi;



Sehingga setiap terjadi pembakaran pasti akan melibatkan atom oksigen (O2) dan membentuk karbon dioksida (CO­2) serta air (H2O).
Oksigen terbesar di dunia diproduksi oleh tumbuh-tumbuhan, dalam ilmu biologi dikenal dengan proses fotosintesis, dimana proses ini menghasilkan gas O2, air dan pati sebagai hasil reaksi dari mineral-mineral yang diserap dari tanah oleh akar dan CO2 yang didapat dari udara dengan bantuan sinar matahari dan klorofil (zat hijau daun).



Al-quran surat yasin ayat 80 menjelaskan kayu yang hijau, dimana zat hijau daun berada dan tempat terjadinya reaksi fotosintesis yang menghasilkan O2 sebagai subtansi terpenting dalam proses pembakaran.

“Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."(QS. 36:80).
Zat hijau daun (klorofil) yang berperanan dalam mengubah tenaga radiasi matahari menjadi tenaga kimia melalui proses fotosintesis sehingga menghasilkan energi. Bahkan, istilah Al-Quran, al-syajar al-akhdhar (pohon yang hijau) justru lebih tepat dari istilah klorofil (hijau daun), karena zat-zat tersebut bukan hanya terdapat dalam daun saja tapi di semua bagian pohon, dahan dan ranting yang warnanya hijau.
Hasil samping dari proses fotosintesis yang berupa oksigen (O2) sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya untuk proses respirasi. Sebaliknya, dari hasil samping proses respirasi yang berupa karbon dioksida (CO2) kembali dibutuhkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Hal ini dapat diketahui bahwa antara makhluk satu dan yang lainnya saling membutuhkan dan keseimbangan alam yang diciptakan oleh Allah SWT sangat sempurna.
Keseimbangan alam seharusnya dijaga dan dipelihara oleh manusia dan kewajiban manusia untuk melestarikan lingkungan hidup ini. Akan tetapi, masalah lingkungan hidup manusia berupa pencemaran lingkungan dengan segala dampak yang ditimbulkannya semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman.
Kecenderungan pencemaran akhir-akhir ini mengarah pada dua hal yaitu: 1) kearah pembuangan senyawa-senyawa kimia tertentu yang semakin meningkat dan secara nyata saat ini sudah merubah system alami pada skala global. 2) ke arah meningkatnya penggunaan bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh berbagai kegiatan industry dengan pembuangan limbahnya ke lingkungan. Akibatnya timbul masalah yang bersifat global antara lain: pemanasan global, hujan asam, menipisnya lapisan ozon dan sebagainya.

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS, 7 :56).
Maka, jelaslah bahwa salah satu tugas manusia sebagai khalifah di bumi ini adalah menjaga dan melestarikan lingkungannya.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS, 2:30)

Baca Juga Tulisan Lainnya



1 komentar:

Anonim mengatakan...

SAYA SANGAT SENANG DENGAN TULISAN ANDA UNTUK MEMBUKA WACANA ISLAM.

Posting Komentar

Klik Juga Ini