Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan

Riset: Tempe Dapat Mengatasi Diare

SUSI_KIMIA - Riset: Tempe Dapat Mengatasi Diare. Hasil sebuah penelitian terbaru, makanan Tempe ternyata dapat mengatasi diare. Produk dari kacang kedelai ini mengandung bahan-bahan yang bisa mencegah bakteri penjangkit penyakit menempel di dinding usus.

Itulah hasil penelitian mikrobiolog pangan dari Universitas Wageningen, Belanda Petra Roubos. Menurut Roubos, Tempe adalah 'semacam kue kacang kedelai yang berjamur dan beragi'. Sejumlah kalangan sudah lama menyatakan tempe dapat mengobati diare.

Roubos ingin membuktikan apakah hal itu benar. Ia memasukkan sepotong tempe pada sel-sel usus yang sudah dibiakkan. Ternyata tempe mampu mempersulit bakter penjangkit penyakit menempel di sel-sel tersebut. Menempelnya bakteri adalah stadium awal infeksi yang menyebabkan diare. (republika)
Read More >> Riset: Tempe Dapat Mengatasi Diare

Sedih Saat Hamil, Bisa Sebabkan Bayi Kecil

Susi_Kimia - Sedih Saat Hamil, Bisa Sebabkan Bayi Kecil. Ya .. itulah hasil dari sebuah penelitian. Ternyata asupan nutrisi saja tidak cukup bagi ibu hamil, kondisi kejiwaan juga berpengaruh terhadap kandungan. Ibu hamil yang selalu merasa sedih cenderung melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang rentan mengalami kematian.

Temuan penelitian membuktikan bahwa kesehatan mental sangat mempengaruhi kesehatan dan tingkat kematian bayi yang akan dilahirkan. Pengaruhnya hampir bisa disejajarkan dengan kemiskinan, kurang gizi dan status sosial-ekonomi yang rendah.

Dikutip dari Sciencedaily, Minggu (29/8/2010) dari detikhealt, peneliti dari Karolinska University dan Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) menyimpulkan hal itu setelah mengamati 720 wanita hamil di Bangladesh. Partisipan diambil dari 2 subdistrik perkampungan miskin di negara tersebut.

Pada trimester ke-3, para partisipan menjalani tes untuk mengukur tingkat kegelisahan dan gejala-gejala depresi klinis. Terungkap 18 persen di antaranya menderita depresi dan 25 persen mengalami kegelisahan.

Peneliti lalu mengamati berat badan bayi, 48 jam setelah dilahirkan. Ternyata, para partisipan yang mengalami depresi dan kegelisahan dalam masa kehamilan lebih banyak melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

"Hal ini sangat mengkhawatirkan, sebab berat badan yang rendah pada bayi yang baru lahir erat kaitannya dengan tingkat kematian," ungkap Hashima-E- Nasreen yang memimpin penelitian tersebut.

Di wilayah Asia Selatan termasuk Bangladesh, kesehatan ibu dan anak terhitung masih memprihatinkan. Oleh karenanya, salah satu prioritas Millennium Development Goal di wilayah tersebut adalah menekan tingkat kematian bayi. (detikhealt)
Read More >> Sedih Saat Hamil, Bisa Sebabkan Bayi Kecil

Sebab Tes Positif Hamil, Tapi Ternyata Tidak

Susi_Kimia - Terkadang ditemukan kejadian pada beberapa perempuan saat hasil positif pada test pack kehamilan, tapi setelah diperiksakan ke dokter ternyata salah atau tidak hamil. Apa penyebab kesalahan hasil tes kehamilan tersebut? inilah artikel yang saya kutip dari detikhealt.

Hasil tes kehamilan positif tapi palsu adalah adanya hasil tes kehamilan positif saat menggunakan testpack tapi sebenarnya orang tersebut tidak hamil. Alat tes kehamilan ini bekerja dengan cara memeriksa ada atau tidaknya hormon kehamilan hCG (human chorionic gonadotropin) di dalam tubuh seseorang.

Hormon ini dihasilkan oleh sel dari plasenta yang pertama kali masuk ke aliran darah saat sel telur telah dibuahi dan tertanam di rahim, yaitu sekitar 6 hari setelah pembuahan.

Mendapatkan hasil tes kehamilan positif palsu memang jarang terjadi. Salah satu penyebabnya adalah tidak menggunakan instruksi penggunaan alat tes yang benar. Alat tes kehamilan memiliki instruksi tertentu dan pastikan bahwa semua langkah-langkah instruksi diikuti dengan baik.

Hasil tes kehamilan positif palsu kemungkinan bisa terjadi pada kondisi tertentu, seperti dikutip dari Babymed, Kamis (26/8/2010) penyebabnya adalah:

1. Menggunakan pengobatan untuk fertilitas (kesuburan).
Perempuan yang mendapatkan suntikan hCG (misalnya Pregyl, Profasi, Pergonal, APL) untuk membantu masa subur (ovulasi) kemungkinan mengalami hasil pemeriksaan positif palsu. Biasanya tingkat hCG dalam darah akan meningkat untuk menunjukkan adanya kehamilan.

2. Terlalu lama membaca hasil tes.
Kondisi ini terjadi jika seseorang membaca hasil tes setelah waktu yang disarankan sudah lewat. Sebagian besar produsen alat ini menyarankan seseorang untuk membaca hasil pengujiannya setelah 3 menit dan tidak membaca hasilnya setelah 10 menit pemeriksaan.

3. Teknik pengujian yang tidak benar.
Saat melakukan tes kehamilan di rumah, sangat penting untuk membaca petunjuk penggunaan sebelum melakukan pengujian. Seperti kapan waktu yang tepat untuk menggunakan alat tes kehamilan ini dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

4. Chemical pregnancy.
Hasil pemeriksaan menunjukkan positif, tapi embrio atau janinnya tidak berkembang yang biasanya ditandai dengan mendapatkan menstruasi kembali. Hal ini karena sel telur yang dibuahi sudah tertanam di rahim dan menghasilkan hCG, tapi karena suatu hal berhenti berkembang.

5. Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Beberapa obat yang dikonsumsi seperti Methadone, chlordiazepoxide atau promethazine bisa memberikan hasil tes kehamilan positif palsu.

6. Adanya kondisi medis tertentu.
Beberapa penyakit langka seperti penyakit trophoblastic dan islet-cell tumor bisa membuat hasil pemeriksaan positif palsu.

7. Phantom hCG.
Kondisi ini terjadi jika seorang perempuan mendapatkan hasil pemeriksaan darah positif palsu, yaitu seseorang mendapatkan hasil positif melalui tes darah tapi ia tidak hamil dan hasil tes urine yang negatif.

8. Alat tes kehamilan yang cacat.
Alat tes kehamilan yang sudah kadaluarsa atau rusak bisa membuat seseorang mendapatkan hasil positif palsu. Karena itu selalu periksa tanggal kadaluarsa sebelum melakukan pengujian, hal ini untuk memastikan hasil tes yang akurat.

Namun jika seseorang tidak yakin dengan hasil tes pemeriksaan di rumah ini dan belum juga mendapatkan menstruasi, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter sehingga bisa dilakukan pemeriksaan lain yang lebih akurat. (detikhealt)
Read More >> Sebab Tes Positif Hamil, Tapi Ternyata Tidak

Tren Yang Membahayakan Kesehatan

SUSI_Kimia - Tren Yang Membahayakan Kesehatan. Kadang tren dari setiap mode tidak bisa dihindari, banyak orang yang juga turut serta tanpa disadari terbawa dan ingin mengikuti apa yang sedang berkembang. Tapi perlu di sadari, ini ada beberapa tren yang justru berdampak berbahaya bagi kesehatan. Apa saja ?

Sepatu hak tinggi
Sepatu yang memiliki hak tinggi bisa membuat berat badan seseorang bergeser dari tumit ke metatarsal bagian depan kaki. Selain itu penggunaan sepatu hak tinggi dalam jangka waktu lama akan membuat otot kaki menjadi tertekan yang ditandai dengan rasa nyeri. Tapi seringkali kondisi ini diabaikan oleh sang pemakai.

Celana hipster (dipinggul)
Sebagian besar masyarakat lebih suka menggunakan celana ketat yang dipakai di pinggul (hipster), padahal celana ini akan membuat seseorang merasa tidak nyaman saat duduk dalam jangka waktu lama. Salah satu alasan utamanya adalah celana tersebut tidak terletak di lekukan tubuh yang pas. Hal ini tentu saja akan menghambat sirkulasi dari dan ke tubuh, sehingga seseorang terkadang cepat merasa lelah dan lesu.

Tanning untuk mencokelatkan kulit tubuh.
Lampu tanning yang digunakan untuk memancarkan sinar UV tidak aman bagi tubuh. Bahkan sinar UV ini diperkirakan memiliki bahaya yang sama dengan sinar UV yang dipancarkan oleh matahari saat tengah hari. Dan diketahui bahwa sinar UV dari sinar matahari bisa menyebabkan kanker kulit.

Kuku palsu agar terlihat indah
Beberapa orang terkadang menggunakan kuku palsu agar jarinya terlihat lebih lentik dan cantik. Tapi hal ini bisa membuat kuku asli terjebak dan menghambat asupan udara ke kuku asli tersebut. Selain itu adanya ruang di bawah kuku palsu akan menimbulkan suasana lembab yang dapat memicu infeksi jamur.

Badan kurus
Saat ini sebagian besar masyarakat memandang bahwa perempuan cantik adalah perempuan bertubuh kurus, sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk kurus bahkan dengan cara yang tidak sehat. Padahal kekurangan gizi penting bisa menimbulkan komplikasi jangka panjang.

Pewarna rambut
Rambut adalah mahkota bagi kaum perempuan, karenanya tak jarang banyak perempuan yang sering menggonta ganti warna rambutnya sesuai dengan tren yang ada. Tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan terus menerus untuk pewarna rambut tertentu bisa menyebabkan kanker kandung kemih.

Celana kulit yang ketat
Celana dari bahan kulit sintetik mungkin akan terlihat fashionable, tapi celana ini bisa membuat kulit tubuh tidak bisa bernapas. Kondisi ini akan menimbulkan panas yang membuat kulit menjadi stres dan memicu timbul ruam. Pada beberapa kasus ditemukan bahwa celana ini bisa menyebabkan atau memperburuk infeksi vagina.

Tapi bukan berarti mode itu tidak bisa digunakan, para ahli menyarankan jika tubuh mulai memberi sinyal jelek sebaiknya jangan terus-terusan digunakan. Penting juga memberi waktu buat tubuh untuk rileks dengan tidak menggunakannya secara berlebihan.(detikhealth)
Read More >> Tren Yang Membahayakan Kesehatan

Brokoli Efektif Kurangi Peradangan Usus

SusiKimia - Brokoli Efektif Kurangi Peradangan Usus. Peradangan usus atau ulcerative colitis menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan dengan gejala sering sembelit, sakit perut atau diare. Gangguan ini ternyata bisa dikurangi dengan konsumsi ekstrak (sari tanaman) dari sayuran brokoli atau kelompok kubis-kubisan.

Penelitian oleh ilmuwan South Dakota State University menunjukkan ekstrak yang terbuat dari tanaman Brassica atau suku kubis-kubisan, efektif mengurangi gejala peradangan usus dan gangguan usus besar.

Orang-orang yang kerap menderita peradangan usus sangat berisiko tinggi terkena kanker usus besar. Namun kadang kala orang menganggap gangguan usus seperti sakit perut sebagai hal biasa yang bisa cepat hilang.

"Apa yang kami temukan itu tidak hanya dapat mengurangi gejala klinis ulcerative colitis, tapi juga mengurangi kerusakan yang terjadi pada jaringan epitel usus besar dan usus besar. Meskipun baru diuji ke hewan mamalia tapi ini sangat potensial penggunaannya untuk manusia," kata Professor Moul Dey dari departemen kesehatan dan ilmu gizi South Dakota State University seperti dilansir dari Medicalnewstoday, Minggu (4/7/2010).

Dia juga mengatakan ekstrak tumbuhan ini dapat secara langsung mengurangi gejala kanker usus besar karena ada hubungan jelas antara peradangan usus dengan kanker usus besar. "Hubungan ini yang akan kami lihat lebih dalam," katanya.

Sejak tahun 2004 Professor Dey melakukan penelitian dengan menyaring ekstrak dari 3.000 tanaman yang memiliki khasiat anti-inflamasi. Hasilnya bahwa ditemukan, ada senyawa Phenethylisothiocyanate (PEITC) yang menunjukkan manfaat besar untuk anti-inflamsi.

Senyawa PEITC ini ternyata banyak ditemukan dalam kelompok tanaman Brassica yang meliputi brokoli, kubis, kembang kol, selada air. Barbarea Verna atau yang dikenal sebagai selada kering untuk masakan salad, sup dan hiasan, juga salah satu sumber yang kaya PEITC.

Menurut Professor Dey, Orang yang sering makan sayuran yang mengandung PEITC, ternyata tidak memiliki efek samping. Namun untuk pengobatan peradangan usus diperlukan dosis lebih tinggi dari sekedar konsumsi sayuran itu sehari-hari. (detikhealth)
Read More >> Brokoli Efektif Kurangi Peradangan Usus

Cuci Piring Bersama, Menambah Keharmonisan Rumah Tangga

Cuci Piring Bersama, Menambah Keharmonisan Rumah Tangga - Cukup sederhana memang, tapi inilah hasil sebuah penelitian di Kanada. Pekerjaan rumah tangga selama ini cenderung lebih banyak dilakukan oleh perempuan. Padahal sebuah studi mengatakan bahwa dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga bersama-sama dapat menjaga keharmonisan rumah tangga.

Sebuah studi dilakukan di Universitas Western Ontario, Kanada berdasarkan data yang diambil dari survey pada tahun 1986, 1992, 1998 dan 2005. Para responden dalam penelitian ini adalah pasangan yang aktif bekerja, baik suami atau istrinya saja ataupun keduanya.

Dilansir oleh science daily, Kamis (14/1/2010) hasil studi menyebutkan bahwa suami-istri yang lebih sering berbagi dalam melakukan pekerjaan rumah bersama memiliki tingkat keharmonisan yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Namun jumlah pasangan yang melakukan hal tersebut saat ini masih cukup sedikit, yakni sekitar 25 persen dari keseluruhan responden.

Nilai positif lainnya yang dapat diambil dengan berbagi untuk mengerjakan pekerjaan dalam rumah tangga adalah mengurangi resiko perpisahan, perceraian hingga kekerasan dalam rumah tangga. Berbagi pekerjaan dalam rumah tangga tentunya dapat menekan biaya pengeluaran rumah tangga dengan tidak mempekerjakan pembantu rumah tangga.

Dari hasil studi tersebut, para ilmuwan (peneliti) menyarankan agar pasangan suami-istri agar lebih sering berbagi dalam mengerjakan urusan rumah tangga. Salah satu pekerjaan rumah tangga yang dapat dilakukan bersama ialah membersihkan rumah bersama.(detik/Susi Kimia)
Read More >> Cuci Piring Bersama, Menambah Keharmonisan Rumah Tangga

Wanita Beruban Didominasi Faktor Genetik

Wanita Beruban Didominasi Faktor Genetik - Diantara berbagai faktor seperti umur atau stres ternyata faktor Genetik yang paling dominan pada wanita beruban. Hal ini berdasar sebuah penelitian di Denmark. Riset tersebut melibatkan 200 pasangan kembar identik dan non-identik itu ditemukan fakta bahwa sekalipun pasangan kembar memiliki gen yang sama tetap terjadi perbedaan besar terkait persoalan rambut beruban. Perbedaan itu terjadi tidak hanya pada kembar identik tapi juga kembar non-identik.

"Riset ini menawarkan hal mendalam terkait alasan utama mengapa perempuan beruban, dan riset ini juga meyakini faktor lingkungan tidak memiliki peran penting seperti yang diyakini sebelumnya," tegas Ketua Tim Riset, David Gunn seperti dilansir HealthDay di republika (03/12/09)

Dia ngomong, riset juga menemukan adanya kesalahan pemahaman terkait masalah stres yang masih diyakini sebagian besar masyarakat sebagai penyebab rambut perempuan beruban. Padahal terdapat alasan yang lebih kuat.

Selain masalah rambut beruban, riset juga menemukan fakta dimana gen juga andil terhadap masalah mundurnya rambut atau pola kebotakan yang menyerupai huruf M.

Berbeda dengan pria, yang lebih menerima kondisi rambut beruban lantaran faktor matang dan nyaman, kaum hawa cenderung merasa "risih" dengan uban dirambutnya. Pasalnya, sebagian besar perempuan percaya rambut adalah mahkota kecantikan yang harus dijaga dan dirawat.

Yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana kita merawat amanah Allah tersebut dengan ikhlas dan penuh rasa syukur. Tidak harus bersikap berlebihan terhadap apa yang terjadi, terlebih jika beruban secara ilmiah didominasi faktor genetis. Wallahu 'alam (republika/susi kimia)
Read More >> Wanita Beruban Didominasi Faktor Genetik

Penyakit Kesepian Itu Menular


Bukan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus saja yang bisa menular. Penyakit jiwa/perasaan juga bisa menular. Menurut penelitian, rasa kesepian bisa menular.

Penelitian ini dilakukan di Universitas Chicago, Amerika Serikat. "Rasa sedih karena kesepian bisa menyebar layaknya virus flu", begitu kata Foxnews, yang saya kutip dari detikhot (3/12/2009).

Lebih jelasnya, begini keterangan selanjutnya dari sumber yang sama. Rasa kesepian yang dialami seseorang akan mendorongnya untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya. AKhirnya orang itu akan mengisolasikan dirinya sendiri.

yang berbahaya, rasa sedih akibat kesepian itu bisa dirasakan orang lain. Orang-orang yang berada di sekitarnya juga akan ikut merasa kesepian dan sendirian. Orang-orang yang merasa kesepian akan sulit percaya dengan orang lain. Hal itu akan membuatnya semakin sulit bersosialisasi.

Rasa simpati terhadap seseorang yang kesepian adalah penyebab orang lain ikut merasa kesepian. Biasanya, perempuan lebih mudah 'terinfeksi' karena perasaannya mereka yang lebih sensitif.

Rasa kesepian dan sedih berlebihan itu masuk dalam kategori gangguan mental. Gangguan itu akan berpengaruh buruk pada kesehatan bahkan bisa berakibat pada kematian.

Sejak tahun 1948 terbukti, rasa sedih akibat kesepian dapat mengakibatkan gangguan jantung. Dan jumlah penderita penyakit jantung akibat kesepian telah mencapai angka 5.000 lebih.

Jika sahabat atau teman Anda mulai merasa kesepian, para peneliti menganjurkan untuk segera membantu orang tersebut. Karena jika rasa kesepiannya semakin berlebihan, bukannya tak mungkin Anda juga ikut terpengaruh.

Wah, berhati-hatilah saat kesepian atau bersama orang kesepian. Sebaliknya, kewajiban teman membantu temannya biar tidak kesepian itu ibadah. Kecuali kesepian digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, jati tidak lagi jadi kesepian.
Read More >> Penyakit Kesepian Itu Menular

Olahraga Terlalu Keras Mengganggu Kesuburan


Apapun yang dilakukan secara berlebihan maka hasilnya bisa kurang bagus. Ungkapan itulah yang mungkin tepat untuk Olahraga. Olahraga Terlalu Keras atau Berlebihan dapat Mengganggu Kesuburan.

Dantara banyak faktor pengganggu kesuburan pada wanita, Olahraga berlebihan adalah salah satunya.

Studi dilakukan NTNU, Norwegia yang melibatkan 3.000 perempuan mengungkapkan bahwa olahraga terlalu keras dapat mengganggu kesuburan seperti yang saya kutip dari sciencedaily dari detikhot Senin (30/11/2009).

Lebih lanjut dijelaskan, peneliti menemukan bahwa perempuan yang berolahraga setiap hari memiliki risiko 3,5 kali lebih besar mengalami gangguan kesuburan. Atlet dan perempuan yang ingin menurunkan berat badan biasanya masuk kategori perempuan yang berolahraga keras. Namun hasil tersebut jangan membuat Anda mengurungkan diri untuk berolah raga karena tetap saja olah raga mempunyai banyak manfaat asal dilakukan sesuai porsinya.

Efek negatif dari olahraga berat tidak selamanya buruk. Hal ini terbukti dari perempuan yang menjadi objek studi di atas mempunyai anak setelah mengatur jadwal olahraga. Bahkan sebagian dari mereka, memiliki banyak anak. Jadi, silahkan berolahraga secukupnya dan penuh pertimbangan biar tidak mengganggu kesuburan!
Read More >> Olahraga Terlalu Keras Mengganggu Kesuburan

Hati-hati Diet Berlebihan Tapi Hasilnya Hanya Mitos

Susi Kimia - Beberapa orang mungkin telah melakukan banyak hal untuk diet, tapi sayang apa yang diupayakan tidak ada hasil kecuali mitos. Sebagaimana diungkapkan oleh Profesor Chris Hawkey, presiden dari British Society of Gastroenterology (BSG) saat menyoroti lebih dari selusin selusin program diet termasuk diet mengonsumsi makanan mentah yang menganggap memasak membuat makanan kurang bergizi. Selain itu ada juga diet buah jeruk yang didasarkan pada ide bahwa enzim dalam buah tersebut bisa membantu memecah lemak, serta diet alkali yang berusaha mempertahankan sedikit sifat alkali darah dengan hanya mengonsumsi beberapa makanan tertentu.

"Diet makanan-makanan ini telah diselimuti oleh mitos dan dongeng-dongeng sejak zaman dulu kala," ujar Profesor Hawkey dalam acara konferensi Gastro 2009, seperti dikutip detik healt dari Telegraph, Senin (23/11/2009).

Profesor Hawkey menyampaikan hal yang penting untuk diketahui adalah meskipun model diet seperti ini populer tapi cara ini sangat tidak efektif untuk melawan kegemukan (obesitas) ataupun mengurangi berat badan. Diet buah jeruk seperti yang pernah dilakukan penyanyi top Kylie Minouge hanya kemungkinan kecil memiliki enzim yang dapat memecah lemak dalam usus sebelum menjadi lemak dalam tubuh.

Selain itu efek buruk dari diet seperti ini adalah mengurangi kegiatan mengunyah. Padahal pada abad 19 lalu manusia dianjurkan untuk mengunyah makanan sebanyak 32 kali agar bisa membantu proses pencernaannya. Karena enzim yang terdapat dalam air liur juga turut membantu pencernaan suatu makanan.

"Diet Atkins konvensional yang mengharuskan orang menghindari protein dan karbohidrat juga tidak akan membuat orang menjadi sehat. Karena memungkinkan orang untuk memiliki banyak lemak dalam tubuhnya akan semakin besar," ungkap Hawkey.

Untuk itu pintar-pintarlah dalam memilih program diet, jangan langsung percaya dengan mitos meskipun program tersebut sangat populer. Karena sebagian besar tidak dilengkapi dengan bukti ilmiah dan akan memberikan hasil yang tidak maksimal bagi orang tersebut.
Read More >> Hati-hati Diet Berlebihan Tapi Hasilnya Hanya Mitos

Klik Juga Ini

About Me