Saya Tidak Cengeng

Kenapa harus menjadi cengeng, bersedih setiap hari melamunkan tambatan hati, akibat tidak ada pengertian dari mereka. Larut dalam kesedihan tak berkesudahan, membuat lemah dan tak kuat bertahan.

Menambatkan hati pada pemegang hidup kita, Allah swt. akan lebih menentramkan hati dan melembutkan jiwa. Rasa gelisah, gundah tersapu oleh kuatnya keyakinhan iman yang menancap di dada.

Saya tegar.... dan akan selalu tegar dengan mengepalkan tangan dan optimis. Air mata bolehlah keluar, tapi bukan air mata cengeng yang mudah sekali menetes. Namun, air mata itu adalah air mata harapan, yang akan memompa semangat kita untuk tetap bertahan dalam iman.

Saya bukan generasi yang mudah putus asa. Harapan kita kepada Allah adalah bukan harapan yang main-main. Kita boleh saja berharap pada orang-orang yang kita andalkan, tapi harapan kepada Allah tidak boleh pupus begitu saja. Justru harapan inilah yang akan selalu memotivasi hati.

Tidak semua orang harus tau kondisis kita.

Kita hanya akan menyampaikan kepada Allah dalam shalat malam yang kita dirikan. Berderai air mata, harapan yang begitu besar tertambat.

Hanya untuk Allah sang penjawab doa.

Baca Juga Tulisan Lainnya



0 komentar:

Posting Komentar

Klik Juga Ini